- “Wahai yang empunya diri, sudahkah selesai mendirikan solat?”
- “Sudah, Alhamdulillah.
.
- Apakah kamu telah berniat dan mengangkat takbir ketika memulakan solatmu?”
- “Ya.”
.
- Apakah ketika kamu memasang niat dan mengangkat takbir itu, kamu rasakan itu mungkin solatmu yang terakhir, kerana mati boleh menjemputmu bila-bila masa?”
- “Tidak..”
.
- “Adakah ketika lidahmu menyebut ‘Allahu akbar’, hatimu turut membesarkan Allah?”
- “Tidak..”
.
- “Kalau begitu, kamu tidak benar-benar berniat dan mengangkat takbir.”
- “….”
.
- “Ketika lidahmu melafazkan doa iftitah, adakah kamu mengiyakannya bahawa hidupmu dan matimu hanya untuk Allah yang Esa?”
- “Tidak..”
.
- “Ketika surah al-Fatihah kamu baca, adakah hatimu bersyukur kepada Allah, Tuhan yang kamu sembah dan tempat meminta pertolongan, lantas kamu memohon diberi petunjuk ke jalan yang diredahi-NYA dan dijauhkan dari jalan yang sesat lagi dimurkai-NYA?”
- “Tidak..”

- “Kalau begitu, kamu sebenarnya tidak membaca apa-apa dalam solatmu.”
- “….”
.














